Ahmadiyah dinyatakan sesat dan terlarang oleh MUI (majlis ulama indonesia) dan mendesak Negara/pemerintah untuk membubarkannya. pembubaran/pelarangan itu jelas mengingkari hak asasi manusia untuk percaya dan menganut ajaran agama sesuai dengan kepercayaannya.
bila di satu pihak (muslim) mengatakan bahwa ahmadiyah itu sesat itu hak dari muslim tersebut untuk mengatakan ahmadiyah itu sesat. sebagaimana muslim bilang tidak benar bila yesus ituTuhan atau anak Tuhan ato Sebagaimana orang kristen tidak mengakui kenabian Muhammad. tetapi tidak untuk melarangnya, sekali lagi karena ini hak tiap individu untuk menganut kepercayaan masing masing
bila pihak muslim merasa banyak umatnya yang hijrah ke ahmadiyah... bukan salah Ahmadiyah melainkan salah ulama ulama muslim yang dakwahnya kurang kuat
lain cerita bila ahmadiyah melakukan tindak kriminal, seperti baru baru ini salah satu sekte mormon (the Church of Jesus Christ of Latter-day Saints--punya 10-an juta pengikut di Utah dan Meksiko) yang baru baru ini digegerkan oleh tuduhan fedofili dan pernikahan anak dengan org dewasa...ini kriminal dan harus diajukan ke meja hukum... bukan agama(mormon)-nya atau kasus fedofili romo romo katolik di Amrik dan amerika latin... ini kriminal..romonya harus dihukum.. bukan agamanya. atau kasus guru ngaji mencabuli santri santrinya. dalam hal ini ahmadiyah tidak melanggar hukum kriminal.
Kebebasan beragama mutlak harus ditegakkan Ahmadiyah tidak boleh dilarang oleh pemerintah, bila Anda atau Bapak saya melarang saya ikut Ahmadiyah itu hak Anda.
Tapi NEGARA tidak boleh melarang Ahmadiyah selama tidak melanggar undang undang yang berlaku, dan Negara harus menghormati perbedaan kepercayaan yang dianut warganya.
tuntutan MUI untuk agar Ahmadiyah membentuk Agama Baru juga tidak tepat.Bukankah Ahmadiyah itu sendiri Nama yang sudah menunjukkan ekslusifitas sebagai golongan Ahmadiyah Alquran diturunkan dengan lebih dari 6000 ayat-nya karena masing masing individu itu berbeda, maka Al qur an bisa ditafsirkan berbeda beda pula. ada 1,5 milyar muslim sehingga akan terjadi 1,5 milyar perbedaan penafsiran Quran, menurut saya yang harus digaris bawahi adalah tidak keluar dari akidah dan senantiasa amar ma´ruf nahi mungkar bila MUI mengutarakan bahwa Ahmadiyah keluar akidah/sesat... ini hak MUI tapi tidak boleh dijadikan landasan pembubaran atau pelarangan oleh pemerintah
seperti misal: saya bilang kalou Anda Kafir dan masuk neraka.... siapa saya?? Anda Kafir(adalah) menurut saya. tapi (anda)masuk neraka??... itu urusan Tuhan dan Tuhan itu maha pengasih lagi maha penyayang
saya baru baca di situs liputan6-nya SCTV di bagian polling pendapat, disitu disebutkan bahwa 70% pemilih ingin Ahmadiyah dibubarkan(sesuai keinginan MUI), menurut saya ini memprihatinkan karena dalam UUD 45 pasal 29 sangat jelas disebutkan bahwa Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu
atau dalam al quran ada: Lakum diinukum waliyadiin (bagimu kepercayaanmu , bagiku kepercayaanku) bukan kah ini dasar yang kuat untuk terjadinya saling menghormati atas perbedaan yang ada
perusakan tempat ibadah kaum ahmadiyah adalah memalukan bangsa indonesia dengan 6 agama yg diakui negara,483 etnik dengan 483 bahasa daerah sebenarnya merupakan modal dasar yang kuat untuk menghadapi secara arif pérbedaan perbedaan yang ada. bila negara Indonesia membubarkan Ahmadiyah dengan tuduhan yang diungkapkan oleh MUI maka negara mengingkari kebebasan beragama dan mengingkari kebhinekaan dalam Bhineka Tunggal Ika. bila terjadi komentar bahwa Ahmadiyah meresahkan masyarakat... sekali lagi ini bukan salah Ahmadiyah, tetapi salah Pemerintah yang tidak mampu melihat kenyataan bahwa INdonesia ini memang plural-berbeda beda, juga salah Ulama yang tidak becus dan tidak dewasa mengkontrol umatnya menghadapi perbedaan
judul yang sebenarnya adalah Ahmadiyah dan Kebodohan Saya.... yap karena saya tidak mampu menginformasikan kepada rekan sebangsa betapa indahnya perbedaan
saya muslim dan sebagai muslim saya juga ingin manunggaling kawulo Gusti--seperti anda Anda sekalian.
 | bagus sekali tulisannya pak fitra.. ! |
 | cuman satu hal mas fit...sebetulnya di kalangan grass root ahmadiyah, mereka tahunya islam..tapi setelah dirunut sampai markas besarnya di london ternyata memang mereka mengakui mirza ghulam ahmad sebagai nabi, kenapa di pakistan dan India ahmadiyah berdampingan damai dengan muslim, karena memang mereka tidak pakai embel embel Islam, dan sudah mengakui keberadaan mereka di luar islam...so aman aman saja.Untuk di Indonesia Ahmadiya keukeuh islam tapi di kalangan elitnya tetap mempertahankan kitab tadzkirah dan nabi mirza...ini yang tidak bisa dijadikan titik temu...dengan MUI dan ormas lainnya.. Meskipun Saya, Kita semua bukan ahli agama akan tetapi tetap perlu kejelasan kok memang itulah tugas negara...kalaupun masih banyak perbedaan diantara kita memang rahmat..tapi rahmat , demokrasi tentu saja berbeda dengan landasan paling fundamental dalam agama.... Saya sepakat ahmadiyah boleh hidup di Indonesia...tapi tidak memakai embel embel islam...ini untuk menghindari konflik...yang lebih besar...Saya paham kita ternyata banyak pihak yang terlalu reaktif dengan hal ini,....karena memang kedewasaan pola berfikir belum terbina dengan baik.... Untuk masalah dosa atau tidak dosa memang urusan Tuhan, Mas Fit...cuman harus jelas dulu Tuhannya yang mana ini sekedar untuk menghindari konflik horizontal.... Nah setelah jelas....Ahmadiyah bukan Islam...maka bebas untuk hidup di Negara kita tercinta ini...berdampingan dengan agama lain...lakum dinukum waliyadin...ini hanya opini saya saja...heheheh, no offense....seperti artikelnya mas fitra juga.....boleh khan berpendapat....;;; |
 | cuman satu hal mas fit...sebetulnya di kalangan grass root ahmadiyah, mereka tahunya islam..tapi setelah dirunut sampai markas besarnya di london ternyata memang mereka mengakui mirza ghulam ahmad sebagai nabi, kenapa di pakistan dan India ahmadiyah berdampingan damai dengan muslim, karena memang mereka tidak pakai embel embel Islam, dan sudah mengakui keberadaan mereka di luar islam...so aman aman saja.Untuk di Indonesia Ahmadiya keukeuh islam tapi di kalangan elitnya tetap mempertahankan kitab tadzkirah dan nabi mirza...ini yang tidak bisa dijadikan titik temu...dengan MUI dan ormas lainnya.. Meskipun Saya, Kita semua bukan ahli agama akan tetapi tetap perlu kejelasan kok memang itulah tugas negara...kalaupun masih banyak perbedaan diantara kita memang rahmat..tapi rahmat , demokrasi tentu saja berbeda dengan landasan paling fundamental dalam agama.... Saya sepakat ahmadiyah boleh hidup di Indonesia...tapi tidak memakai embel embel islam...ini untuk menghindari konflik...yang lebih besar...Saya paham kita ternyata banyak pihak yang terlalu reaktif dengan hal ini,....karena memang kedewasaan pola berfikir belum terbina dengan baik.... Untuk masalah dosa atau tidak dosa memang urusan Tuhan, Mas Fit...cuman harus jelas dulu Tuhannya yang mana ini sekedar untuk menghindari konflik horizontal.... Nah setelah jelas....Ahmadiyah bukan Islam...maka bebas untuk hidup di Negara kita tercinta ini...berdampingan dengan agama lain...lakum dinukum waliyadin...ini hanya opini saya saja...heheheh, no offense....seperti artikelnya mas fitra juga.....boleh khan berpendapat....;;;  makasih mas Deni, dengan pernyataan MUI bahwa Ahmadiyah itu aliran sesat saya rasa itu sudah cukup keras dan tegas, nah sekarang adalah tugas pemuka dan tokoh agama/ulama ini untuk mensosialisasikan bahwa ahmadiyah adalah tidak benar(sesat dari islam) dan menyampaikan bahwa sebenarnya ahmadiyah itu....bla bla bla.(seperti yang Mas Deni bilang) sampai disini,,,, tidak perlu merusak tempat ibadahnya... mengintimidasi pengikutnya dll dll. sebnarnya nama ahmadiyah sendiri sudah menunjukkan bahwa mereka ini ekslusif jadi gampang... cukup bilang ahmadiyah sesat dari islam.. sudah cukup...begitu mas... jadi saya serahkan kepada muslim kita masing masing untuk menolak ahmadiyah secara pribadi dan atau golongan tidak perlu mengharuskan negara membubarkannya.. gitu Mas terima kasih komen-nya |
 | sabar bro....piye meneh :( |
 | sabar bro....piye meneh :(  |
 | couldn't be better hehehehehehe..... i hope u too
btw... kowe ki penganut ahmadiyah to fit? |
 | Fit, jadi MUI udah nuntut Ahmadiyah membentuk agama baru ya???? ini bener sekali. kalo ente bilang Ahmadiyah sudah cukup menunjukkan eksklusifitas dgn hanya penamaan Ahmadiyah (halah...susah amat bahasanya) dan tidak perlu membentuk agama baru, ini salah sekali (hehehe....).
mari kita lihat.....Islam itu kitabnya Al Qur'an khan....simpel dalam Qur'an salah satu ajaran paling dasar adalah mempercayai Muhammad sebagai Nabi/Rasul terakhir. Lha kalo kaum Ahmadiyah berani bilang bahwa masih ada Nabi/Rasul lain setelah Muhammad, lha jelas udah gak pas kalo mereka masih ngaku bagian dari Islam. Saya akan sangat mendukung HAK ASASI kaum Ahmadiyah itu kalo mereka mau mendeklrasikan kelompok mereka sebagai ajaran agama baru. Konsekwen donk, udah gak cocok dengan nilai dasar Qur'an kenapa masih ngaku-ngaku Muslim??!! Bilang yang tegas donk, agama saya Ahmadiyah, saya bukan Islam dan saya tidak bertuhan kepada Allah, dan saya tidak bernabi kepada Muhammad, saya tidak berkitab pada Qur'an. Sekalian mereka harus konsekwen gak ada sholat, gak ada puasa, gak ada zakat, bikin agama yang 100% baru.
Kayaknya MUI gak ada upaya nyerang MUI segala macam kok, mereka cuma mau bilang: konsekwen donk, udah gak percaya Qur'an kok masih ngaku2 Islam. Orang konsekwen khan kudu total 100%, jangan setengah percaya satu hal, sementara hal lain berbeda....gue nggak ngliat MUI bilang "masuk neraka lo". simpel aja yang dituntut, khan udah gak cocok dengan Islam, lha ya udah bikin komunitas (baca: agama) sendiri donk. Bilang Ahmadiyah udah cukup eksklusif dari namanya, ya nggak-lah, wong sebagian besar ajarannya masih ikut-ikut Islam. Gak konsekwen toh???. MUI sebagai wakil mereka yang masih "ngrasa' setia murni dengan Qur'an, punya donk hak asasi juga buat "negur" mereka yang ngaku-ngaku Islam tapi Qur'an-nya punya isi beda. lha memang Qur'an bebas tafsir (untuk hal dunia), tapi untuk dogma, ya gak bisa ditafsir sebebasnya (kayak soal ada Nabi/Rasul lain) dan ini bukan cuma buat Islam, tapi semua agama. Semua agama punya "cabang-cabang" atau sekte atau aliran atau .....itu sah-sah aja, tapi kalo udah beda penafisiran di masalah DOGMA/AJARAN, ya lebih baik konsekwen harus berani bilang KAMI BERBEDA, KARENA KAMI TIDAK SAMA DENGAN KALIAN.
Sekali lagi jangan pake nama Islam deh, gak usah nyebut2 Qur'an. Sebut aja terang2an kalo agama kami Ahmadiyah, kitab kami bukudiyah atau apalah.
sekarang ini gampang banget orang sekarang nuding "pelanggaran hak asasi" segala kalo ada pihak, yang kebetulan mayoritas, menyuarakan hati nuraninya. IMHO, yang bisa nglanggar hak asasi juga bisa yang ngrasa minoritas (at any sense) yang suka banget mainin kartu "as a victim".
jadi Fit.......bakal menang Chelsea khan tgl 21 nanti (being the lesser of two evils)...hehehe??? |
 | hehehehehehe.... stay coollll bro :D
|
 | Fit, jadi MUI udah nuntut Ahmadiyah membentuk agama baru ya???? ini bener sekali. kalo ente bilang Ahmadiyah sudah cukup menunjukkan eksklusifitas dgn hanya penamaan Ahmadiyah (halah...susah amat bahasanya) dan tidak perlu membentuk agama baru, ini salah sekali (hehehe....).
mari kita lihat.....Islam itu kitabnya Al Qur'an khan....simpel dalam Qur'an salah satu ajaran paling dasar adalah mempercayai Muhammad sebagai Nabi/Rasul terakhir. Lha kalo kaum Ahmadiyah berani bilang bahwa masih ada Nabi/Rasul lain setelah Muhammad, lha jelas udah gak pas kalo mereka masih ngaku bagian dari Islam. Saya akan sangat mendukung HAK ASASI kaum Ahmadiyah itu kalo mereka mau mendeklrasikan kelompok mereka sebagai ajaran agama baru. Konsekwen donk, udah gak cocok dengan nilai dasar Qur'an kenapa masih ngaku-ngaku Muslim??!! Bilang yang tegas donk, agama saya Ahmadiyah, saya bukan Islam dan saya tidak bertuhan kepada Allah, dan saya tidak bernabi kepada Muhammad, saya tidak berkitab pada Qur'an. Sekalian mereka harus konsekwen gak ada sholat, gak ada puasa, gak ada zakat, bikin agama yang 100% baru.
Kayaknya MUI gak ada upaya nyerang MUI segala macam kok, mereka cuma mau bilang: konsekwen donk, udah gak percaya Qur'an kok masih ngaku2 Islam. Orang konsekwen khan kudu total 100%, jangan setengah percaya satu hal, sementara hal lain berbeda....gue nggak ngliat MUI bilang "masuk neraka lo". simpel aja yang dituntut, khan udah gak cocok dengan Islam, lha ya udah bikin komunitas (baca: agama) sendiri donk. Bilang Ahmadiyah udah cukup eksklusif dari namanya, ya nggak-lah, wong sebagian besar ajarannya masih ikut-ikut Islam. Gak konsekwen toh???. MUI sebagai wakil mereka yang masih "ngrasa' setia murni dengan Qur'an, punya donk hak asasi juga buat "negur" mereka yang ngaku-ngaku Islam tapi Qur'an-nya punya isi beda. lha memang Qur'an bebas tafsir (untuk hal dunia), tapi untuk dogma, ya gak bisa ditafsir sebebasnya (kayak soal ada Nabi/Rasul lain) dan ini bukan cuma buat Islam, tapi semua agama. Semua agama punya "cabang-cabang" atau sekte atau aliran atau .....itu sah-sah aja, tapi kalo udah beda penafisiran di masalah DOGMA/AJARAN, ya lebih baik konsekwen harus berani bilang KAMI BERBEDA, KARENA KAMI TIDAK SAMA DENGAN KALIAN.
Sekali lagi jangan pake nama Islam deh, gak usah nyebut2 Qur'an. Sebut aja terang2an kalo agama kami Ahmadiyah, kitab kami bukudiyah atau apalah.
sekarang ini gampang banget orang sekarang nuding "pelanggaran hak asasi" segala kalo ada pihak, yang kebetulan mayoritas, menyuarakan hati nuraninya. IMHO, yang bisa nglanggar hak asasi juga bisa yang ngrasa minoritas (at any sense) yang suka banget mainin kartu "as a victim".
jadi Fit.......bakal menang Chelsea khan tgl 21 nanti (being the lesser of two evils)...hehehe???  Balik lagi Dunk Agama itu apa sih, islam itu apa sih kita harus siap kalo yang islam itu bukan cuma saya, yg bisa baca quran itu bukan cuma saya.............
yuk yuk ke diskusi masalah ini di indonesiancommunity-nya multiply atau di kelompok diskusi.... link nya yg aku kasi dibawah . lumayan asik diskusinya...uda berusaha daku jelasin biar nggak ngulang ngulang... btw makasih Iya nihh Man U bakalan susah keliatannya tapi tetep menang 2-.1 lawan celsi
|
 | bagus sekali tulisannya mas. Aku juga angkat ya di MP ku. beberapa kalimat aku kutip dari sini... Thanks. |
 | sama sama... di tulisan ini di kelompok diskusi dan di indonesian community jadi pembicaraan yg menarik... |
| |